Tampilkan postingan dengan label KOLEKSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOLEKSI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Maret 2024

ARLOJI LONGINES SAKSI BISU MASA REVOLUSI KEMERDEKAAN INDONESIA

 


    Pada akhir tahun 1944, Longines menjadi salah satu dari 12 brand arloji yang dipilih oleh Kementerian Pertahanan Inggris (MoD), untuk memasok arloji bagi pasukan Inggris yang bertempur di daratan Eropa. Diperkirakan dari total 12 Brand ada 145.000 Arloji yang diproduksi dan Longines sendiri diperkirakan memasok sebanyak 5000 pcs. 

    Akan tetapi Perang Dunia II di Eropa yang terlanjur usai pada 1945, menjadikan sebagian besar arloji-arloji tersebut tidak benar-benar terjun kedalam medan pertempuran. Kendati demikian, situasi di Asia khususnya Indonesia, masih terus bergejolak dengan kembali masuknya pasukan Belanda paska Indonesia memproklamirkan Kemerdekaannya pada Agustus 1945. Oleh karena itu, arloji yang tadinya diperuntukkan bagi pasukan Inggris, oleh Kementerian Pertahanan Inggris dihibahkan kepada pasukan Belanda yang kebetulan merupakan Sekutunya semasa Perang Dunia II. 


 

    Secara resmi arloji-arloji tersebut kemudian digunakan oleh Pasukan KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger) yang merupakan tentara kerajaan Belanda. Hal inilah yang kemudian menghantarkan Arloji Longines ini untuk benar-benar terjun dalam pertempuran. Marking "K.N.I.L" pada case back atau tutup belakang menjadi bukti bahwa secara resmi arloji Longines menjadi salah satu perlengkapan tempur para Serdadu Belanda.

    Yang lebih istimewa kemudia arloji Longines ini justru berpindah tangan menjadi milik Pasukan Republik Indonesia sebagimana terlihat dari marking ADRI (Angkatan Darat Republik Indonesia). Bahkan marking “KNIL” dicoret sebagai bentuk “sterilisasi”. Entah ada cerita apa dibalik perpindahan arloji ini dari dua Pasukan yang saling menjadi lawan saat Perang Revolusi Indonesia. Yang jelas secara khusus arloji Longines ini telah menjadi bagian dari suatu peristiwa besar manakala mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.


 

Rabu, 16 Desember 2020

SEIKO 62MAS si Perenang Gaek


     Setelah beberapa bulan absen, senang rasanya kembali menyapa para pembaca setia blog WILLIAM-JAM dengan koleksi terbaru kami....SEIKO 6217-8001. Dibekali dengan kemampuan menyelam hingga kedalam 150 meter yang tentunya lebih dari cukup untuk diajak melihat keindahan alam bawah laut Indonesia...Tapi tentu saja kemampuan itu adalah bagian dari kenangan 50 Tahun yang lalu sewaktu arloji ini masih fresh from the factory.

Rabu, 22 Januari 2020

SEIKO YACHT TIMER 7A28-7090

    Revolusi besar dalam Industri Arloji abad ke-20 dimulai pada minggu terakhir tahun 1969 dengan diluncurkannya Seiko Quartz-Astron oleh SEIKO, yang di klaim sebagai arloji quartz pertama di dunia. Melalui Arloji dengan tekhnologi Quartz, seiko dihantarkan pada puncak kejayaan dalam industri arloji di era 1970an, pun hal ini lah yang menggemparkan industri arloji belahan Barat, sehingga akhirnya melahirkan rekonstrusi industri arloji di Swiss.  Pada masa ini, berbagai brand arloji berlomba-lomba untuk menciptakan arloji quartz yang semakin canggih sesuai dengan kebutuhan pasar yang sedang gandrung dengan "Hi-Tech". Tidak lain upaya tersebut juga merupakan cara untuk mempertahankan eksistensi perusahaan, salah satu perusahaan yang melakukan hal ini adalah Hamilton Watch Co., dengan meluncurkan Pulsar LED (Light Emitting Diode), sebuah arloji quartz non analog (langsung memiliki tampi;an angka/digital). 
      Kehadiran tekhnologi LED ini menjadi salah satu ledakan dalam perang antar perusahaan arloji pada quartz-era. Perang ini terus berlangsung hingga awal tahun 1980an, namun ditengah puncak kejayaan arloji LED, Seiko merubah haluan untuk kembali menciptakan arloji quartz analog, tapi kali ini berbeda dari sebelumnya. Arloji Quartz Analog dari Seiko datang dengan komplikasi Chronograph, yakni melalui Kaliber (Cal.) 7A28. Perubahan arah yang dilakukan oleh Seiko tak elak kembali mencatatkan Seiko dalam sejarah industri arloji sebagai "The World,s First Analog Quartz Chronograph" di tahun 1983.
      Cal. 7A28 sendiri terdiri dari tiga sub register yang mampu mengukur Menit (minute), Detik (second), hingga millidetik (millisecond). Ada lebih dari 40 varian yang diluncurkan oleh seiko dengan menggunakan Cal. 7A28 sendiri. Salah satu varian Seiko Cal. 7A28 ini adalah versi YACHT TIMER (7A28-7090). Memiliki model casing yang unik mirip seperti kepala banteng serta dial putih dan warna biru pada sub register menit, menjadikan Seiko Yacht Timer ini berbeda dan paling mecolok dari varian Seiko 7A28 lainnya. Sekilas desainnya mirip seperti jam mainan, namun sebenarnya ini adalah Tool-Watch. Kebetulan Seiko Yacht Timer milik saya ini diproduksi pada Agustus 1983 sehingga masih merupakan generasi pertama dari Cal. 7A28. Senang sekali masih bisa memilikinya.
Untuk melihat koleksi pribadi lainnya, anda dapat mengunjungi instagram pibadi saya di : william_hambuwali. TERIMA KASIH...


Sumber gambar : https://thespringbar.com/blogs/guides/seiko-7a28-collectors-guide/

Senin, 10 September 2018

SEIKO 5 SPORTS SpeedTimer 6138 - 0040 a.k.a BROWN BULLHEAD

 "Cinta itu datangnya dari Mata, lalu turun ke Hati" Mungkin ungkapan sederhana inilah yang dapat menggambarkan bagaimana pertama kali saya jatuh hati pada Seiko Chronograph 6138-0040 atau yang lebih dikenal dengan Seiko Bullhead. Menurut saya bentuk casenya yang unusual dipadukan dengan kombinasi warna merah bata dan gold pada dialnya begitu mepesona. Komposisi yang sempurna itu benar benar membangkitkan gairah ketika Seiko Bullhead ini melingkar pada pergelangan tangan.

Untuk Melihat Lebih Banyak Koleksi Saya, Anda Dapat Mengunjungi akun Instagram Saya : @williamhambuwali

T E R I M A K A S I H . . .



Sabtu, 25 Maret 2017

Seiko Speedtimer 7017 - 6050




  Sebuah kebahagiaan tersendiri bagi saya karena masih dapat menyimpan sebuah Arloji Seiko SPEEDTIMER 7017 - 6050 dengan kondisi yang dapat dikatakan cukup baik untuk usianya dan tentu saja Full Original.